"Kalau ada yang agak terlalu melenceng dari sejarah, kami yang mengkurasi juga untuk keakuratan dan ketepatan dalam hal sumber," ucap Aditia.

Program alih wahana tersebut telah mendapatkan respons dari pembaca digital. Komik-komik yang tersedia melalui aplikasi iPusnas disebut telah dibaca hampir 40.000 orang yang mengakses situs-situs Perpusnas.

Selain komik, Perpusnas sebelumnya juga telah menerbitkan 25 komik dan buku anak seri Babad Diponegoro dalam Bahasa Inggris. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Perpusnas untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia kepada pembaca internasional.

"Melalui alih wahana, karya-karya yang ditulis ratusan tahun lalu dapat tetap dibaca oleh masyarakat masa kini dalam bentuk yang lebih dekat dengan karakter pembaca," tuturnya.