NADIKABAR.COM — Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia menyatakan hibah 100 judul buku dari 11 lembaga penerbitan China memperluas sumber informasi bagi masyarakat sekaligus mendukung diplomasi budaya melalui literasi.

Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam seremoni penerimaan buku di Jakarta pada Sabtu mengemukakan, judul-judul buku tersebut telah melalui proses seleksi dan kurasi oleh Perpusnas sesuai dengan prinsip pengembangan koleksi dengan mempertimbangkan kebutuhan pemustaka, aksesibilitas, relevansi dan keberagaman subjek, kondisi koleksi, serta kesesuaiannya sebagai sumber informasi dan referensi.

"Bagi kami, apa yang diserahkan hari ini bukan sekadar sejumlah buku yang akan menambah koleksi perpustakaan. Di dalam setiap buku terdapat pengetahuan, pengalaman, gagasan, serta rekaman perkembangan suatu masyarakat yang dapat dipelajari oleh masyarakat lainnya," ujar Aminudin.

Koleksi yang diterima mencakup berbagai bidang pengetahuan. Sebanyak 32 judul merupakan sastra anak, buku bergambar, dan materi pembelajaran usia dini; 19 judul berkaitan dengan pemerintahan dan kerja sama internasional; 14 judul mencakup sastra klasik, sejarah, dan kajian akademik; serta 13 judul mengenai perjalanan, budaya regional, dan referensi populer.

Kemudian, 2 judul terkait pendidikan bahasa dan budaya China; serta 10 judul mengenai pendidikan vokasi, teknis, dan terapan. Komposisi tersebut menunjukkan keragaman subjek koleksi yang akan tersedia bagi pemustaka.

Menurut Aminudin, perpustakaan merupakan ruang perjumpaan pengetahuan. Melalui perpustakaan, masyarakat dapat mengenal pemikiran, kebudayaan, sejarah, dan perkembangan bangsa lain tanpa dibatasi jarak geografis. Kehadiran koleksi tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk memperoleh sumber informasi mengenai China secara lebih luas.

"Buku memungkinkan sebuah bangsa bercerita tentang dirinya, dan perpustakaan menyediakan ruang agar cerita itu dapat dibaca, dipelajari, dan dipahami oleh bangsa lain," ujarnya.

Koleksi yang diterima selanjutnya akan dikelola sesuai dengan ketentuan dan tata kelola koleksi Perpusnas sehingga dapat dimanfaatkan oleh pembaca, mahasiswa, peneliti, akademisi, dan masyarakat luas.

Sementara itu, Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar China Wang Siping mengemukakan, buku dapat menjadi sarana pertukaran budaya dan pembelajaran antarperadaban. Koleksi yang didonasikan mencakup beragam bidang, di antaranya kebudayaan, sejarah, sastra, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pembelajaran bahasa China.

"Kami berharap buku-buku tersebut dapat menjadi sumber bagi pembaca Indonesia untuk memperoleh informasi mengenai China, sekaligus mendukung pertukaran di kalangan intelektual dan akademisi kedua negara, mengingat selama ini masih sedikit sekali koleksi tentang kebudayaan China yang ada di Indonesia," ucap Wang.

Selain memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk mengenal China melalui sumber-sumber yang tersedia di perpustakaan, karya mengenai Indonesia juga diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat China, termasuk pengetahuan mengenai sejarah, bahasa, sastra, dan kekayaan budaya Indonesia.