NADIKABAR.COM — Ganda putri nasional Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini membeberkan persiapannya jelang kualifikasi Piala Dunia Padel 2026 di Kuwait. Fisik dan mental jadi fokus utama keduanya.
Timnas senior padel akan mengikuti Kualifikasi Piala Dunia Padel 2026 atau FIP World Cup 2026 Qualifiers zona Asia dan Afrika yang digelar di Kuwait, pada 26-30 Oktober 2026.
Menatap kejuaraan itu, Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) telah menggelar training camp yang dimulai Selasa (20/10/2026) di kawasan Jakarta Selatan.
Total ada 16 atlet terdiri dari delapan putra dan delapan putri. Termasuk di antaranya peraih medali perak Asian Games 2026, Fadona dan Fitriani.
Menurut Fadona, meski persiapan baru dimulai hari ini, tim berupaya maksimal untuk memanfaatkan waktu yang ada sebelum bertanding. Program difokuskan pada fisik, pola makan, dan pemulihan.
"Buat saya pribadi ya, buat semuanya ya. Persiapannya sudah pasti dari fisik, jaga makan, jaga kondisi, dan latihan kita juga di TC pagi-sore ya. Terus recovery juga penting, dan yang pasti kami juga harus siap diri buat main di Kuwait nanti," kata Fadona saat ditemui di sela-sela latihan.
Berkaca di Asian Games 2026, Fadona menilai peta persaingannya tak akan jauh berbeda dengan di Nagoya, Jepang. Mereka cuma kalah dari tuan rumah, Tsaki Tsukamoto/Kae Tokumoto dengan skor 0-2 (3-6, 4-6).
"Banyak ya (evaluasinya dari Asian Games) karena finalnya kita lawan tuan rumah. Dari segi supporter, dari segi fisik juga. Saya merasa fisik kita masih jauh dari lawan Jepang. Di Kuwait bakal ketemu mereka lagi. Jadi kita kurang lebih sudah tahu cara main lawan Jepang seperti apa," tuturnya.
Senada dengan Fadona, rekannya, Fitriani juga memberikan gambaran ketatnya Kualifikasi Piala Dunia.
"Gambarannya mungkin ya hampir sama kayak di Asia Games ya. Kalau lawannya, kita juga sudah ketemu di Asia Games kemarin. Ya, mudah-mudahan besok di Kuwait kami ketemu sama teman-teman lagi, dan semuanya lancar," kata Fitriani.
Terkait dengan target, baik. Fadona maupun Fitriani ingin tampil maksimal, namun enggan terbebani.
"Yang pasti, untuk ekspektasi sudah pasti ya harusnya maunya lolos (Piala Dunia) ya. Cuma kami besok harus bermain tanpa beban, nothing to lose saja," kata Fadona.
"Karena kalau kami pikirkan, pasti malah hasilnya buruk. Jadi berserah saja, yang pasti kami usaha dan kerja keras juga pasti. Tapi hasil-hasil kemarin jadi modal, ya? Ya betul. Buat mental, buat nambah motivasi juga," tegasnya.