Situasi itu membuat Persib harus terus bekerja sambil mengambil keputusan dalam waktu yang relatif cepat. Tidak ada pola baku yang bisa langsung diterapkan karena belum ada pengalaman sebelumnya ketika Persib harus menghadapi situasi serupa.
"Ini pertama kalinya dilakukan, pertama kali untuk manajemen, pertama kali untuk pemain, pertama kali untuk pelatih. Mungkin bagi Manchester City, bertanding di empat kompetisi itu hal biasa, tapi bagi kita, itu tidak biasa. Ya kan?," tegas Igor.
Dalam situasi seperti ini, keputusan terkait komposisi skuad menjadi sangat penting. Igor mengatakan tim pelatih dan manajemen masih terus mengumpulkan data untuk menentukan langkah terbaik. Ia juga menegaskan bahwa dirinya siap bertanggung jawab atas keputusan yang diambil sebagai pelatih kepala.
"Jadi, kita masih mengumpulkan data, menimbang-nimbang, dan mengambil keputusan. Dalam keputusan-keputusan ini, saya yang bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Saya mendapat dukungan dari Glenn, dari Haji, dari Stanley, dan semua orang untuk mengambil keputusan. Terkadang saya mengambil keputusan, tapi ada panduan yang jelas dalam keputusan itu," jelasnya.
Salah satu keputusan yang kemudian muncul adalah peminjaman sejumlah pemain. Dion Markx dan Ramon Tanque lebih dulu dipinjamkan, sementara Saddil Ramdani juga menjadi pemain yang diproyeksikan menjalani masa peminjaman.
Igor menegaskan, keputusan tersebut bukan semata-mata karena pemain tidak dibutuhkan. Ada pertimbangan mengenai perkembangan karier dan kesempatan bermain.