"Di awal, pada konferensi pers sebelumnya, saya sudah bilang bahwa kita ingin pemain kita merasa bahagia, nilainya tidak turun, dan memiliki reputasi yang baik, di mana semua orang berpandangan baik tentang mereka," katanya.

"Kita berusaha mencari solusi terbaik. Kita mencoba mencari solusi terbaik di tahun sebelumnya, dan juga tahun ini. Kita juga sudah menemukan solusi terbaik untuk Dion, dan kita juga akan menemukan solusi terbaik untuk Saddil, serta untuk semua orang. Tapi harus ada kompromi. Harus ada solusi yang cocok untuk tim," lanjutnya.

Menurut Igor, keputusan yang diambil tidak boleh dilihat hanya dari kepentingan satu pemain. Dalam kondisi Persib yang harus bermain di banyak kompetisi, kepentingan tim menjadi pertimbangan utama.

"Jadi ini semua tentang tim. Ini bukan tentang Marc, bukan tentang Igor, bukan tentang Saddil atau Jupe. Ini tentang tim. Dan setelah semua ini selesai, kita akan lihat di akhir musim, jika kita bertahan sampai akhir musim. di mana posisi kita. Nanti kita akan menganalisis dan melakukan perbaikan untuk tahun depan," tuturnya.

Igor menyadari setiap keputusan bisa saja menghasilkan kesalahan. Namun, menurutnya, pengalaman menjalani musim yang padat inilah yang nantinya menjadi bahan evaluasi Persib.

"Tapi kesalahan, analisis, dan perbaikan adalah satu-satunya cara. Jadi kamu melewati sesuatu untuk pertama kalinya, kamu memikirkannya, kamu melakukannya, kamu membuat kesalahan atau kamu melakukannya dengan baik, kamu menganalisis, kamu berkembang, dan kamu naik ke tingkat berikutnya," ungkap Igor.