Hingga 2026, Pertamina telah mengembangkan sekitar 310 Desa Energi Berdikari di berbagai wilayah Indonesia, dengan sekitar 60 persen di antaranya berada di luar Pulau Jawa. Pertamina menargetkan target cukup masif dalam pengembangan DEB yang ditargetkan bisa mencapai 732 desa hingga 2030.
Program tersebut memanfaatkan berbagai sumber energi terbarukan sesuai potensi lokal, mulai dari tenaga surya, biogas, mikrohidro, biodiesel, hingga pembangkit listrik hibrida.
Dari pengembangan tersebut, kapasitas pembangkitan energi terbarukan DEB telah mencapai sekitar 1,5 MWp, dengan produksi biogas sekitar 973 ribu meter kubik. Sebanyak 223 local hero juga telah memperoleh sertifikasi keahlian sebagai Junior Operator untuk mendukung pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas energi terbarukan di wilayah masing-masing.
Ia melanjutkan bahwa pada sektor ketahanan pangan, sebanyak 166 desa telah mengembangkan program berbasis pertanian dan pangan. Pengembangan tersebut menghasilkan sekitar 21 ribu ton beras dan 5 ribu ton komoditas pangan nonberas per satu kali panen dari sekitar 2.000 hektare lahan.
Sementara dari aspek lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan melalui DEB berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 1,1 juta ton CO2 ekuivalen. Program ini juga mendukung pengelolaan sekitar 145 ribu ton sampah per tahun serta pemanfaatan lebih dari 23 ribu ton kotoran hewan untuk pengembangan energi biogas.