NADIKABAR.COM β PT Pertamina (Persero) mengembangkan pengumpulan minyak jelantah berbasis koperasi untuk mendukung ketahanan energi nasional, menjaga lingkungan serta membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi bahan bakar bernilai tinggi.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri di Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, mengatakan pengumpulan minyak jelantah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan upaya mendukung kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah rumah tangga.
Upaya tersebut ditandai dengan peluncuran percontohan pengumpulan minyak jelantah melalui koperasi serta penandatanganan kerja sama antara Kementerian Koperasi dan Pertamina di Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
Lebih lanjut, Simon mengatakan Desa Dawuhan dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki potensi minyak jelantah yang cukup besar, didukung aktivitas kuliner masyarakat, termasuk usaha mendoan dan getuk goreng yang menjadi produk khas daerah tersebut.
Menurut dia, minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang setelah digunakan untuk memasak masih memiliki nilai ekonomi apabila dikumpulkan dan diolah dengan tepat.
Minyak jelantah dapat diolah menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF) serta bahan bakar ramah lingkungan lainnya.
"Minyak yang berasal dari rumah dan dapur kita dapat menjadi energi yang menggerakkan pesawat. Jadi dari dapur bisa menuju langit," katanya.
Menurut dia, Pertamina telah melakukan sejumlah uji penerbangan menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang dicampur dengan avtur konvensional, termasuk penerbangan Pelita Air rute Jakarta-Denpasar pulang pergi pada 2025 dengan campuran tiga persen SAF dan 97 persen avtur konvensional.
Saat memberi keterangan pers setelah acara, Simon mengatakan kerja sama dengan Kementerian Koperasi merupakan bagian dari upaya mendukung cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
βMinyak jelantah yang dibuang melalui saluran air berpotensi mencemari lingkungan sehingga perlu dikumpulkan dan diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat,β katanya.
Ia mengatakan KDKMP akan berperan sebagai pengumpul minyak jelantah dari masyarakat sebelum bahan baku tersebut diolah di kilang Pertamina menjadi produk bernilai tambah.
Pihaknya juga menggagas kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperluas pengumpulan minyak jelantah dengan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurut dia, program tersebut memberikan sejumlah manfaat, antara lain memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi pencemaran lingkungan, membuka lapangan kerja dan sumber pendapatan baru di desa, serta mendukung efisiensi rantai pasok bahan baku energi.
Simon mengharapkan kolaborasi antara pemerintah, koperasi, masyarakat, dan industri dapat memperkuat pemanfaatan sumber daya dalam negeri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.