Menjelang pameran, Pertamina membekali peserta dengan pelatihan komunikasi bisnis, teknik mempresentasikan keunggulan produk, dan negosiasi. Menurut Fety, sertifikasi dan kelengkapan legalitas produk membantu membangun kepercayaan calon pembeli, sementara konsistensi mutu dan ketepatan waktu pemenuhan pesanan menjadi kunci menjaga hubungan bisnis.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa partisipasi dalam pameran membuka kesempatan bagi UMKM binaan untuk bertemu langsung dengan calon mitra bisnis.

"Kami ingin mempertemukan UMKM binaan dengan calon pembeli yang sesuai dengan produk dan kapasitas mereka. Harapannya, pertemuan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama dan pesanan berulang. Ketika pasar UMKM tumbuh, manfaatnya juga bisa dirasakan oleh masyarakat yang terlibat dalam proses produksi di daerah," tutur dia.

Delapan UMKM binaan yang berpartisipasi adalah Naza De Coco, Roemah Rempah, Dapur Sehati, Natural Bali Kulkul, Dede Satoe, Alzavera, Bali Taru Rahayu, dan Legend Tren. Masing-masing membawa produk unggulan untuk diperkenalkan kepada calon pembeli dan mitra bisnis, sekaligus membuka peluang perluasan pasar melalui jejaring bisnis nasional maupun internasional.

Salah satu peserta, Bali Taru Rahayu asal Denpasar, telah menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2020. Usaha yang didirikan Ni Wayan Sudanti ini mengolah buah tropis Indonesia menjadi selai dengan kandungan buah lebih dari 65 persen.