Program ini telah menjangkau 57 anak, 18 perempuan, 14 warga fakir miskin, dan 11 lansia, sekaligus mendorong pengembangan usaha pengolahan hasil laut melalui Dapur Perlawanan.

Sementara di Pontianak, Posyandu Aster dikembangkan tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga ruang pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, lingkungan, dan kewirausahaan sosial.

Melalui CV Aster Kulina Prima, masyarakat khususnya perempuan, mendapatkan peluang ekonomi dengan omzet sekitar Rp2-3,5 juta per bulan untuk mendukung operasional posyandu sekaligus membuka peluang usaha.

Ketua Posyandu Aster Nurul Azizah Novihayati mengatakan perempuan membutuhkan ruang untuk berkembang dan mengambil peran di lingkungannya.

"Perempuan tidak hanya perlu dijaga kesehatannya, tetapi juga perlu diberi ruang untuk tumbuh, belajar, mengambil keputusan, dan berdaya. Karena perempuan yang berdaya akan menjadi penggerak bagi keluarganya dan lingkungannya," ujar Nurul.