Di Lombok Tengah, program Mina Tenun mengintegrasikan pemberdayaan perempuan penenun dengan pelestarian budaya dan energi bersih.

Program yang berjalan sejak 2022 ini dikembangkan pada 2026 melalui modifikasi alat tenun bukan mesin (ATBM) menjadi sumber energi untuk mendukung pompa dan penyediaan air bersih masyarakat.

Menurut Kitty, ketiga program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat dikembangkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

"Kami ingin program CSR Pertamina Patra Niaga tidak berhenti pada bantuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan yang membuat masyarakat menjadi pelaku utama. Ketika perempuan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mandiri, manfaatnya akan dirasakan oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya," sebutnya.