Simon menambahkan Pertamina terus mengevaluasi dan memperkuat seluruh rantai pasok BBM, mulai dari pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, hingga penyaluran kepada masyarakat. Upaya tersebut melibatkan koordinasi antarentitas Pertamina Group untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Di sisi lain, Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi langkah cepat Pertamina dan kerja sama berbagai pihak dalam memulihkan distribusi BBM. Menurut dia, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat turut membantu memperlancar pelayanan di SPBU.
"Sejak Sabtu dan Minggu, suplai ke SPBU secara umum berjalan lancar dan antrean sudah tidak banyak lagi," ujar Koster.
Koster menjelaskan sejumlah kebijakan pengaturan aktivitas masyarakat turut mendukung kelancaran pelayanan BBM. Kebijakan tersebut mencakup penerapan bekerja dari rumah, pembelajaran daring, serta pengisian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap.
Aturan ganjil-genap untuk pengisian BBM diperpanjang hingga 23 Oktober 2026. Namun, kebijakan itu dapat dievaluasi lebih awal dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.
"Kami di daerah akan membantu pelaksanaan tugas Pertamina di lapangan," tambah Koster.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan perusahaan terus memperkuat pasokan, termasuk melalui kedatangan kargo Pertamax dan penjadwalan tambahan pengiriman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut tidak hanya menyasar SPBU, tetapi juga Pertashop yang melayani kebutuhan BBM masyarakat di berbagai lokasi.
"Tidak hanya pasokan di SPBU, pasokan untuk Pertamax di Pertashop pun akan kita maksimalkan," ujar Ega.