Dilihat dari sektor usaha, kuliner atau makanan dan minuman masih menjadi andalan dengan 483 UMK atau 56,4 persen dari total peserta yang lolos.

Berikutnya, sektor fesyen dan wastra sebanyak 169 UMK (19,7 persen), serta kerajinan dan perhiasan sebanyak 159 UMK (18,6 persen).

Peserta lainnya berasal dari sektor agribisnis sebanyak 21 UMK, kesehatan, kecantikan dan perawatan rumah tangga sebanyak 17 UMK, serta jasa dan perdagangan umum sebanyak 8 UMK.

Ia menjelaskan, Pertamina UMK Academy merupakan program inkubasi usaha yang memberikan pelatihan dan pendampingan untuk membantu usaha lokal bertumbuh, meningkatkan kapabilitas, kualitas serta daya saing serta memberikan eksposure yang lebih luas agar usaha mereka semakin dikenal dan jangkauan pemasaran bertambah luas.

Program itu dirancang melalui kurikulum pembinaan yang menyeluruh untuk mendorong UMK berkembang menjadi usaha modern, tangguh, mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

"Kami ingin memastikan UMKM memiliki kapabilitas dan kualitas yang semakin baik, tidak hanya untuk produk namun juga untuk manajemen bisnisnya," tuturnya.