Memasuki tahap nasional yang berlangsung hingga Desember 2026, para peserta akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut melalui penilaian enam aspek, yaitu pemasaran dan pasar, keuangan, operasional dan sumber daya manusia, legalitas, digitalisasi, serta uji pasar dan produk.

Hasil penilaian tersebut menjadi dasar pengelompokan peserta ke dalam empat kelas pembinaan, yakni Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Dengan demikian, materi dan pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kesiapan masing-masing usaha.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan, penguatan UMKM menjadi bagian dari kontribusi Pertamina dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia berharap UMK mitra Pertamina tidak hanya tumbuh dari sisi omzet dan kualitas produk, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi di daerahnya.

"Ketika UMK berkembang, peluang untuk membuka lapangan pekerjaan baru dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat juga semakin besar," tambah Baron.

Melalui pembinaan berkelanjutan tersebut, Pertamina berharap UMKM lokal yang naik kelas, memiliki daya saing lebih kuat dan berkontribusi bagi ekonomi nasional.