Dukungan terhadap langkah kolektif ini juga datang dari Society of Petroleum Engineers (SPE). Hadir mewakili SPE, Simon Seaton menyampaikan antusiasmenya atas keterlibatan perdana organisasi tersebut dalam forum ASCOPE, mengingat pertumbuhan jumlah pakar perminyakan di kawasan ASEAN yang sangat signifikan.
"Kita perlu mencari cara untuk mengembangkan produksi minyak dan gas secara lebih efisien, mempelajari teknologi CCS/CCUS untuk mengekstraksi lebih banyak gas, serta memanfaatkan teknologi dan keilmuan baru guna mendukung ketahanan dan transisi energi," ujar Simon, dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Senada, Managing Director Otoritas Pengawas dan Regulasi Minyak dan Gas Brunei Darussalam Shamir Salahudin menekankan kebutuhan akan kolaborasi lintas negara semakin mendesak di tengah berbagai gangguan geopolitik saat ini.
"Sangat penting bagi negara-negara ASEAN dan perusahaan minyak nasional untuk saling merangkul dan berkolaborasi demi memastikan ketahanan energi di kawasan ini," ungkap Shamir.