NADIKABAR.COM β Perum Perumnas menyampaikan proyek revitalisasi Rumah Susun (Rusun) Klender, Jakarta Timur, saat ini memasuki tahap feasibility study untuk memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan daya serap pasar.
Plt. Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan, Perumnas mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam merencanakan pembangunan, termasuk dengan mengkaji potensi permintaan pasar dan preferensi masyarakat terhadap hunian.
βKarena menyediakan layanan rumah yang baik itu juga harus disertai serapan pasarnya seperti apa, mereka (masyarakat) suka hunian yang seperti apa,β kata Imelda saat dijumpai ANTARA di Jakarta, Selasa.
Ia menambahkan, Perumnas akan melakukan riset pasar untuk menentukan komposisi hunian yang sesuai dengan kebutuhan warga di Rusun Klender. Hasil kajian tersebut juga akan menjadi dasar penentuan jumlah menara (tower) yang dibangun.
Revitalisasi Rusun Klender diperkirakan mengubah kawasan tersebut menjadi 12β14 tower. Namun, jumlah tersebut masih akan disesuaikan dengan hasil feasibility study, termasuk tingkat kepadatan kawasan, potensi permintaan, dan luas hunian yang ideal bagi masyarakat.
Revitalisasi ini akan dilakukan di atas lahan seluas sekitar 10 hektare. Bangunan rusun yang berasal dari era 1980-an dinilai mengalami penurunan kondisi fisik sehingga diperlukan revitalisasi dengan konsep hunian vertikal modern yang lebih tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Perumnas telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Agung Podomoro Land (APL) beberapa bulan lalu.
Pada tahap pertama, pembangunan direncanakan mencakup hunian pengganti bagi warga lama serta hunian komersial non-subsidi dengan harga yang tetap terjangkau.
βSyarat revitalisasi adalah kita harus ganti rumah warga yang lama secara gratis, dengan ukuran yang sama. Artinya ini ada PSO, kami sudah ajukan ke PMN 2026 untuk mengganti rumahnya itu saja. Nanti sisanya kita akan secara bisnis dengan partner, jadi kita akan bagi hasil, kita akan jual bersama,β kata Imelda.
Perumnas menargetkan revitalisasi Rusun Klender menjadi salah satu proyek percepatan (quick win). Proyek tersebut turut dipantau oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan BP BUMN.
Imelda mengatakan, saat ini Perumnas masih mendorong penyelesaian feasibility study dan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyosialisasikan rencana revitalisasi kepada warga.
Sebab, menurut dia, dukungan masyarakat menjadi salah satu prasyarat pelaksanaan proyek, dengan sedikitnya 60 persen warga harus menyetujui rencana tersebut.
βKami juga sudah involve salah satu pakar sosiolog untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat kenapa harus dibangun kembali. Supaya wajah kota tertata dan yang penting adalah kualitas hidup masyarakatnya, supaya lebih aman, jangan tinggal di rumah yang sudah tidak layak,β kata dia.
Sebelumnya, Perumnas telah merevitalisasi Rusun Sukaramai di Medan. Proyek tersebut menjadi percontohan transformasi kawasan hunian lama menjadi hunian vertikal yang lebih aman, nyaman, modern, dan memiliki kualitas lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat.
Selain Rusun Klender, Perumnas juga merencanakan revitalisasi Rusun Kebon Kacang dan Rusun Tanah Abang di Jakarta.
Khusus untuk Rusun Kebon Kacang, menurut Imelda, Perumnas telah menandatangani perjanjian kerahasiaan (non-disclosure agreement/NDA) dengan salah satu perusahaan asing dan berencana melanjutkan kerja sama melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dalam waktu dekat.