NADIKABAR.COM — Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjalin kerja sama untuk menjajaki pengembangan teknologi Post-Quantum Cryptography (PQC) guna memperkuat keamanan sistem dan transaksi digital nasional.

"Kolaborasi ini membuka ruang untuk menggabungkan kapabilitas digital trust, cybersecurity, dan teknologi kriptografi dalam pengembangan solusi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia," ujar Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari inisiatif Quantum-Safe Indonesia yang turut melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Danantara Indonesia.

Teguh mengatakan inisiatif itu diarahkan untuk meningkatkan kesiapan ekosistem digital nasional menghadapi perkembangan komputasi kuantum yang berpotensi melemahkan sejumlah metode kriptografi yang saat ini digunakan untuk melindungi data dan transaksi elektronik.

Kerja sama antara Peruri dan Telkom mencakup penjajakan pengembangan teknologi kriptografi tahan kuantum, penilaian kesiapan sistem keamanan, penerapan teknologi pada layanan digital, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Dari sisi Peruri, Teguh menyebut pengembangan teknologi ini berkaitan dengan penguatan layanan identitas digital, sertifikat elektronik, tanda tangan digital, serta keamanan dokumen elektronik yang menjadi bagian dari bisnis kepercayaan digital (digital trust) perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan perkembangan teknologi kuantum perlu diantisipasi melalui penguatan kemampuan organisasi dalam mengidentifikasi risiko keamanan digital.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu organisasi memetakan aset kriptografi, mengukur tingkat kesiapan sistem, serta menyusun langkah mitigasi secara terstruktur.

"Penandatanganan hari ini merupakan strategic foundation, sementara implementasi teknisnya akan terus didalami bersama para pihak," kata Nanang.

Dalam pelaksanaannya, Peruri dan Telkom akan memanfaatkan kapabilitas masing-masing dengan mengacu pada kerangka dan standar keamanan siber BSSN serta dukungan sinergi ekosistem dari Danantara.