Link diluncurkan pada 3 Juli, tapi setelah sampai di orbit wahana ini mengalami masalah teknis yang merusak dua dari tiga roda yang dibutuhkan untuk berputar. Kemudian katup yang rusak menyebabkan satelit berputar dengan cepat sehingga mengganggu komunikasi.

Teknisi di Bumi berhasil mengambil alih, tetapi Link tidak memiliki cukup bahan bakar untuk menjalankan tugasnya. Misi penyelamatan senilai USD 30 juta ini kemudian dihentikan pada Agustus.

Sementara itu, teleskop Swift sekarang kembali melanjutkan tugasnya untuk memindai alam semesta setelah sempat ditangguhkan pada awal tahun ini. Karena posisinya di orbit terus turun, teleskop ini diperkirakan jatuh ke Bumi pada November 2026.