"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengapresiasi respons cepat dan koordinasi intensif yang dilakukan oleh seluruh pihak terkait, baik awak pesawat, pengelola bandar udara, AirNav Indonesia, Garuda Indonesia, maupun tim teknis, sehingga pesawat dapat mendarat dengan selamat dan penanganan pascakejadian dapat dilakukan sesuai prosedur," ujar Lukman dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026) melansir NadiKabar.

Lukman menambahkan, sebagai bagian dari penanganan insiden, pemeriksaan dan pembersihan landas pacu juga dilakukan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta serta Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah tersebut bertujuan memastikan tidak ada Foreign Object Debris (FOD) yang dapat membahayakan atau mengganggu keselamatan penerbangan.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama dan akan terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap proses pemeriksaan dan penanganan pesawat sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkasnya.