Pesawat Flydubai tersebut, yang lepas landas pada Rabu dini hari, mengirimkan kode darurat sekitar dua jam setelah penerbangan dimulai, menurut situs pelacak penerbangan Flightradar24.

Pesawat kemudian mengubah sinyalnya menjadi kode pembajakan, sebelum kembali menggunakan sinyal darurat umum.

Sejumlah pejabat Israel mengatakan kepada media setempat bahwa "bencana yang sangat serius berhasil dicegah".

Data yang ditelaah BBC Verify menunjukkan pesawat anjlok 17.000 kaki (5.200 meter) dalam waktu kurang dari dua menit.

Seorang penumpang menggambarkan situasi itu sebagai "sangat menegangkan".

Perusahaan yang mengelola Bandara Tabuk di Arab Saudi, tempat pesawat tersebut dialihkan, baru saja mengeluarkan pernyataan.

Pernyataan itu menyebut kapten dan kopilot pesawat Flydubai mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit.

Namun, tidak disebutkan apa yang menyebabkan mereka terluka.

Pusat pengendali lalu lintas udara bandara menerima panggilan darurat dari pesawat Flydubai pada pukul 08:44 waktu setempat.

Dalam panggilan tersebut, pesawat meminta izin untuk melakukan pendaratan darurat.

Pesawat mendarat dengan selamat sekitar satu jam kemudian, menurut pernyataan tersebut.

Laporan mengenai apa yang terjadi di dalam pesawat Flydubai masih terus bermunculan.

Berikut adalah keterangan para saksi dan pejabat yang tidak disebutkan namanya sejauh ini.

'Mereka mengira akan celaka': Kepanikan terjadi ketika pesawat anjlok 17.000 kaki. Ibu dari salah seorang penumpang mengatakan putrinya bercerita: "Semua orang berteriak. Mereka mengira mereka akan celaka."

'Seorang pilot menikam pilot lainnya': Sejumlah pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media Israel bahwa seorang pilot menyerang pilot lainnya dengan pisau, diduga untuk "membajak pesawat... atau menjatuhkannya". Namun perlu ditegaskan bahwa motifnya belum dikonfirmasi dan belum ada keterangan resmi.

'Diikat': Seorang penumpang Israel mengatakan kepada wartawan bahwa awak pesawat meminta bantuan para penumpang untuk melumpuhkan pelaku dan mengikatnya.

'Berlumuran darah': Para saksi menggambarkan situasi penuh kekerasan. Salah seorang di antaranya mengatakan: "Ada orang-orang di sini yang bajunya berlumuran darah."

'Ambil alih kendali': Dua pilot yang berada di bagian belakang pesawat maju untuk membantu mendaratkan pesawat, menurut seorang penumpang. "Saya berteriak kepada mereka agar berlari dan mengambil alih kendali pesawat," katanya.

BBC menerima laporan bahwa sebuah penerbangan pengganti sedang menuju Tabuk, Arab Saudi, untuk menjemput para penumpang dari penerbangan tujuan Israel yang dialihkan.

Menurut Flightradar24, pesawat Flydubai lainnya, dengan nomor penerbangan FZ8455, berangkat dari Dubai sesaat sebelum pukul 12:56 waktu setempat dan dijadwalkan mendarat di Tabuk pada 14:41 waktu setempat.

Perusahaan pelacak penerbangan itu mengatakan, setelah pesawat tersebut mendarat di Tabuk, pesawat akan membawa para penumpang ke Tel Aviv, yang merupakan tujuan awal mereka.

BBC kini mendapat keterangan lebih lanjut dari Yasmin Abukasis, yang berbicara kepada wartawan dari Bandara Ben Gurion, Israel, tempat pesawat itu semula dijadwalkan mendarat.

Yasmin mengatakan putrinya, yang berada dalam penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv, meneleponnya dan mengatakan bahwa dia mendengar teriakan di dalam pesawat ketika seorang pilot meminta pertolongan.

"Pesawat mulai kehilangan kendali. Semua orang berteriak, mereka mengira mereka akan celaka," kata Yasmin kepada kantor berita AP.

Dalam keterangannya kepada Reuters, Yasmin mengatakan dua pilot lainnya mengambil alih kendali pesawat, sementara sejumlah penumpang berlari menuju seorang pria yang membawa pisau.

Penerbangan tujuan Tel Aviv itu turun dengan sangat cepat saat berada di atas Arab Saudi, sekitar dua jam setelah lepas landas dari Dubai, menurut data pelacakan penerbangan Flightradar24 yang ditelaah BBC Verify.

Sesaat sebelum pukul 08:21 waktu setempat, pesawat tercatat sedang terbang pada ketinggian jelajah 34.000 kaki (10.400 meter).

Dalam waktu kurang dari dua menit, pesawat itu turun lebih dari 17.000 kaki (5.200 meter).

Sekitar 10 menit kemudian, pesawat mengirimkan sinyal darurat.

Data yang tersedia menunjukkan ketinggian pesawat terus mengalami fluktuasi signifikan sepanjang sisa penerbangan menuju Bandara Tabuk di Arab Saudi.

Dalam wawancara dengan surat kabar Israel, Israel Hayom, seorang penumpang perempuan menggambarkan momen "sangat menegangkan" ketika orang-orang di dalam pesawat menyadari bahwa pesawat tengah turun dengan cepat.

"Kami menyadari para pilot kehilangan kendali," katanya, seraya menceritakan teriakan ketakutan para penumpang.

Dia mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa seorang pilot mengalami luka tusuk serius sebelum penyerang berhasil dijauhkan darinya.

"Ada orang di sini yang bajunya berlumuran darah," katanya.

Dia menambahkan: "Sekarang kami baik-baik saja dan ingin pulang."

Informasi terbaru datang dari media Israel, yang berbicara dengan sejumlah pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya.

"Bencana yang sangat serius berhasil dicegah," kata salah seorang pejabat tersebut kepada Channel 12.

The Jerusalem Post juga mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa "bencana besar nyaris terjadi".

Media Israel melaporkan lebih banyak informasi mengenai apa yang terjadi dalam penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv.

Seorang penumpang yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Jerusalem Post bahwa seorang pilot ditikam oleh pilot lainnya, tetapi para penumpang yang berada di dekat bagian depan pesawat membantu mengeluarkan pelaku dari kokpit.

Saksi itu mengatakan ada dua pilot lain di dalam pesawat yang berada di bagian belakang pesawat.

"Saya berteriak kepada mereka agar segera berlari dan mengambil alih kendali pesawat," kata penumpang tersebut kepada Jerusalem Post.

Penumpang itu juga mengatakan bahwa pilot yang terluka mendapat pertolongan yang menyelamatkan nyawanya dari seorang dokter gigi yang berada dalam penerbangan tersebut.

Penerbangan FZ103 dari Dubai menuju Tel Aviv mengirimkan sinyal darurat selama sekitar tujuh menit, tak lama setelah pesawat berubah arah secara tiba-tiba dan menurunkan ketinggian di atas Arab Saudi, menurut data Flightradar24.