NADIKABAR.COM — Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyebut nama pilot yang ia juluki sebagai "pahlawan", yang ditikam oleh kopilotnya dalam penerbangan Flydubai menuju Israel.
Kapten Smit Machchhar, warga negara India, menunjukkan "keberanian luar biasa" dengan melawan dan mencegah terjadinya bencana di udara, tulis Netanyahu di X.
Pesawat tersebut sedang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv ketika anjlok sekitar 17.000 kaki (5.200 meter) dalam waktu kurang dari dua menit, sebelum dialihkan untuk mendarat di Arab Saudi.
Para penumpang kini telah tiba di Israel. Seorang pria, yang masih mengenakan kaus berlumuran darah, menceritakan kepada Netanyahu bagaimana ia ikut membantu menghentikan serangan tersebut.
Sebelumnya, seorang penumpang mengatakan terdengar "jeritan mengerikan di seluruh pesawat", sebelum "tiga hingga lima orang menerobos masuk ke kokpit" dan melumpuhkan pelaku.
Penumpang lainnya mengatakan "kami mengambil alih kendali penerbangan" dari "seorang penyerang yang membawa pisau". Sementara itu, dua pilot lain yang berada di bagian belakang pesawat dilaporkan maju ke kokpit untuk mendaratkan pesawat.
Netanyahu mengatakan pilot yang melakukan serangan telah ditangkap dan kini tengah diperiksa oleh pihak berwenang Arab Saudi.
Penerbangan rutin dari Dubai menuju Tel Aviv bisa saja berakhir dengan bencana dalam insiden yang disebut para pejabat Israel sebagai serangan teror.
Sebuah foto pesawat Flydubai setelah melakukan pendaratan darurat, yang telah diverifikasi, tampak menunjukkan adanya kerusakan pada sirip ekornya.
BBC Verify telah memastikan bahwa foto tersebut memperlihatkan pesawat Boeing 737 Max berada di landasan Bandara Tabuk, Arab Saudi.
Para penumpang juga terlihat turun dari pesawat menuju landasan.
Jika dibandingkan dengan foto-foto lain dari pesawat sejenis yang dioperasikan maskapai tersebut, sebagian kemudi arah (rudder) di ekor pesawat tampak hilang atau mengalami kerusakan.
Menyusul perkembangan terbaru dari pemerintah Israel, BBC juga baru saja menerima pernyataan dari Flydubai, maskapai yang mengoperasikan pesawat tempat insiden tersebut terjadi.
Seorang juru bicara maskapai mengatakan "terjadi pertikaian di kokpit" penerbangan FZ1073, yang terbang dari Bandara Internasional Dubai menuju Bandara Internasional Ben Gurion pada 30 September.
Menurut pernyataan itu, pesawat "berhasil diamankan oleh awak Flydubai yang sedang bertugas dan berada dalam penerbangan tersebut".
Mereka kemudian mengalihkan penerbangan dan mendaratkan pesawat dengan selamat di Bandara Tabuk.
Seluruh penumpang dan awak pesawat dalam keadaan selamat dan telah dipastikan keberadaannya.
Maskapai mengatakan telah mengerahkan dua pesawat pengganti ke Tabuk "untuk menggantikan penumpang dan awak pesawat".
Flydubai menambahkan bahwa insiden tersebut tidak berdampak pada penerbangan terjadwal lainnya dalam jaringan Flydubai.
"Pada tahap awal ini, penyebab dan motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut belum diketahui dan masih menjadi bagian dari penyelidikan resmi," kata maskapai.
Flydubai juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan "spekulasi prematur", dan mengatakan prioritas utamanya saat ini adalah keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan seluruh penumpang serta awak pesawat.
Berikut keterangan lebih lanjut dari pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu:
"Dalam penerbangan, ketika mereka mendekati Israel, salah seorang pilot menikam pilot lainnya dan tampaknya berusaha menjatuhkan pesawat yang membawa para penumpang tersebut."
"Saya berbicara dengan salah seorang penumpang Israel. Dia mengatakan kepada saya bahwa pesawat berputar dan mulai kehilangan ketinggian. Dia mengatakan bahwa entah bagaimana dia berhasil masuk ke kokpit bersama salah seorang awak pesawat. Mereka kemudian bersama-sama melumpuhkan pilot yang melakukan penikaman itu ketika dia berusaha menyabotase sistem pesawat."
"Awak penerbangan lain yang berada di dalam pesawat kemudian masuk ke kokpit dan berhasil menstabilkan pesawat."
"Saya salut kepada para pahlawan ini yang menunjukkan kecerdikan dan keberanian luar biasa. Mereka menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah terjadinya bencana besar."
"Pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk di Arab Saudi. Seluruh penumpang kini berada dalam keadaan aman."
"Pilot yang melakukan penikaman telah ditangkap dan saat ini sedang diperiksa oleh pihak berwenang Arab Saudi."
Pesawat Flydubai terparkir di Bandara Ben Gurion, dekat Tel Aviv, pada 30 September (EPA)
Kesaksian dari para penumpang di pesawat tersebut terus bermunculan.
Berbicara kepada media Israel, Calcalist, Zvika Manes menggambarkan insiden tersebut sebagai pengalaman yang sangat "traumatis".
Ketika pertikaian terjadi, putrinya sedang berada di toilet, sementara istrinya, yang berdiri di dekat kokpit, mendengar "teriakan" dan "jeritan".
Istrinya kemudian memberi tahu seorang pilot cadangan mengenai situasi tersebut dan mendesaknya untuk "masuk" ke kokpit.
Manes mengatakan dia kemudian masuk ke kokpit untuk membantu melumpuhkan penyerang.
"Saya berlumuran darah. Situasinya kacau sekali," katanya.
Seorang penumpang dalam penerbangan tersebut bercerita kepada surat kabar Israel, Haaretz, bahwa pesawat kehilangan kendali dan "menukik" sekitar satu jam sebelum waktu pendaratan yang dijadwalkan.
Dalia Shpigel mengatakan kepada surat kabar itu "tiba-tiba terdengar teriakan mengerikan di dalam pesawat" sebelum "tiga hingga lima orang menerobos masuk ke kokpit" dan melumpuhkan penyerang serta mulai membantu merawat luka pilot yang terluka.
Seorang saksi mata di dalam pesawat juga menceritakan bahwa "seorang penyerang dengan pisau" menikam salah satu pilot (BBC)
"Kami menyadari situasinya mulai agak tenang dan melanjutkan penerbangan. Berangsur-angsur informasi muncul tentang apa yang terjadi di kokpit," tutur Sphigel.
Dia melanjutkan "para pemuda" tersebut kemudian mengambil alih saat pesawat mengubah haluan untuk mendarat di Arab Saudi.
"Saat ini, kami semua berada di terminal bandara, dan tim medis sedang memeriksa kami," sambungnya.
Pihak bandara tempat pesawat itu mendarat mengatakan kapten dan kopilot sama-sama mengalami cedera, tetapi tidak menjelaskan bagaimana mereka terluka. Keduanya telah dibawa ke rumah sakit.
Yasmin Abukasis mengatakan putrinya, yang berada di dalam pesawat, mendengar teriakan ketika seorang pilot meminta pertolongan.
Penumpang lainnya mengatakan kepada wartawan bahwa para penumpang membantu melumpuhkan salah satu pilot dan mengikatnya, menurut wartawan BBC di Yerusalem.