Pesawat lepas landas pada pukul 03:05 UTC (04:05 BST), setelah mengalami keterlambatan selama 20 menit.

Kode darurat "squawk" 7700, yang menandakan "keadaan darurat umum", dikirimkan sekitar pukul 05:31 UTC.

Flightradar24 kemudian mengatakan melalui X bahwa sinyal darurat lainnya, yakni kode 7500 yang menandakan "intervensi melawan hukum", dikirimkan pada pukul 05:38. Namun, sinyal tersebut tidak terlihat di situs web mereka.

Pesawat sempat memasuki wilayah udara Yordania pada pukul 05:40, sebelum berputar kembali ke wilayah udara Arab Saudi enam menit kemudian.

Pesawat kembali menurunkan ketinggian pada pukul 06:11 dan tampak mengarah ke Tabuk, Arab Saudi.

Data lokasi pesawat kemudian sempat tidak tersedia hingga pukul 06:58, ketika pesawat kembali terdeteksi di Bandara Tabuk.

Kami kini mendapat kesaksian dari para penumpang melalui Reuters.

Yasmin Abukasis mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa putrinya, Miriam, berada dalam penerbangan itu dan mendengar suara teriakan.

Menurut putrinya, seorang pria yang memegang pisau menjatuhkan salah satu pilot ke lantai, dan darah berada di mana-mana.

Flydubai mengonfirmasi penerbangannya "mengalami sebuah insiden", tetapi mengatakan "seluruh penumpang dalam keadaan selamat dan telah terdata".

"Flydubai dapat mengonfirmasi bahwa penerbangan FZ1073 dari Bandara Internasional Dubai (DXB) menuju Bandara Internasional Ben Gurion (TLV) pada 30 September mengalami sebuah insiden dalam perjalanan," demikian pernyataan maskapai tersebut.

"Pesawat telah mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk (TUU) dan seluruh penumpang dalam keadaan selamat dan telah terdata. Keselamatan dan kesejahteraan penumpang serta awak pesawat tetap menjadi prioritas utama kami.

"Tim kami bekerja sama secara erat dengan pihak berwenang terkait. Informasi terbaru akan disampaikan setelah rincian lebih lanjut dikonfirmasi."

Dilaporkan bahwa situasi darurat itu terjadi setelah "perkelahian" antara pilot dan kopilot.

Seorang penumpang Israel di pesawat tersebut mengatakan kepada wartawan bahwa awak pesawat meminta bantuan.

Para penumpang kemudian membantu melumpuhkan salah satu pilot dan mengikatnya.

Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan situasi telah terkendali dan upaya sedang dilakukan untuk memulangkan para penumpang Israel dari Arab Saudi.

Sebuah penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi setelah terjadi "perkelahian" antara pilot, menurut keterangan sejumlah pejabat Israel kepada media setempat.

Pesawat Flydubai itu, yang lepas landas dari Bandara Internasional Dubai pada Rabu dini hari, mengirimkan kode darurat sekitar dua jam setelah penerbangan dimulai, menurut situs pelacak penerbangan Flightradar24.

Beberapa menit kemudian, pesawat tersebut mengubah sinyalnya menjadi kode yang digunakan untuk melaporkan pembajakan, sebelum kemudian kembali menggunakan sinyal darurat umum.

Menurut laporan media setempat yang mengutip pejabat pertahanan Israel, sinyal darurat itu diduga dikirim setelah terjadi "pertikaian" antara pilot dan kopilot.

Penerbangan FZ1073, yang membawa sekitar 150 orang dan sebagian besar di antaranya warga Israel, semula dijadwalkan mendarat di Bandara Ben Gurion.

Namun, pesawat itu kemudian mendarat di Bandara Tabuk di Arab Saudi bagian barat laut.

Sebelumnya, seorang saksi mata di dalam pesawat juga menceritakan bahwa "seorang penyerang dengan pisau" menikam salah satu pilot.

BBC Verify telah memeriksa video tersebut, yang tidak menunjukkan tanda-tanda manipulasi AI dan tampaknya belum diunggah secara daring sebelum kejadian tersebut.

Dalam video tersebut, pria yang berbicara ke kamera dari tempat duduk di pesawat mengatakan: "Kami mengambil alih kendali penerbangan dan seorang penyerang dengan pisau menusuk salah satu pilot."

Dia mengatakan mereka berhasil mengeluarkan terduga pelaku dari kokpit, dan semuanya "baik-baik saja sekarang".

"Ada seorang pilot yang terluka parah."

"Ada pilot lain yang juga terluka tetapi dia berhasil mendaratkan pesawat - dia bersama dua anggota kru, kami memastikan untuk menutup pintu. Aku sayang kalian dan semuanya baik-baik saja."

BBC belum memverifikasi laporan ini. BBC juga belum mendapat pernyataan resmi yang mengonfirmasi insiden tersebut dan berapa banyak orang yang terlibat.

Peringatan: Unggahan ini berisi gambar yang mungkin dianggap menganggu oleh sebagian pembaca.

Sebuah video yang dibagikan oleh media Israel menunjukkan seseorang di dalam penerbangan tersebut menggambarkan apa yang terjadi.

BBC Verify telah memeriksa video tersebut, yang tidak menunjukkan tanda-tanda manipulasi AI dan tampaknya belum diunggah secara daring sebelum kejadian tersebut.

Pria yang wajahnya berlumuran darah itu sedang merekam dirinya sendiri dan berkata: "Kita sudah sampai pesawatnya kita baru saja menguasai pesawat para teroris. Kita akan segera mendarat." (Reuters)

Pria yang wajahnya berlumuran darah itu sedang merekam dirinya sendiri dan berkata: "Kita sudah sampai pesawatnya kita baru saja menguasai pesawat. Kita akan segera mendarat."

"Siapa pun yang mendengar saya: kami butuh bantuan. Kami akan mendarat di Tabuk."

Dia menambahkan: "Semua penumpang dalam penerbangan dalam keadaan sehat dan utuh kecuali pilot. Kami butuh bantuan."

BBC belum menerima pernyataan resmi yang mengkonfirmasi sifat insiden tersebut atau berapa banyak orang yang terlibat.

Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, telah mengunggah postingan di media sosial tentang insiden tersebut, meskipun tampaknya ia tidak berbicara atas nama pemerintah.

Ben-Gvir mengatakan "seorang teroris... berencana untuk menabrakkan pesawat dan membunuh" orang-orang yang berada di dalamnya.

Dia berterima kasih kepada "para penumpang yang heroik", dan mengatakan "doktrin keamanan" Israel harus ditingkatkan, seraya menambahkan negara itu tidak boleh berhenti sampai meraih "kemenangan total" di berbagai front.

Kami belum banyak mendengar kabar dari pemerintah Israel, selain pernyataan awal bahwa situasinya terkendali dan upaya sedang dilakukan untuk memulangkan para penumpang.

Yair Golan, yang memimpin partai Demokrat sayap kiri Israel, memuji para penumpang yang "berani" di dalam pesawat, sambil mengecam pemerintah karena menggunakan insiden tersebut untuk "meraup keuntungan politik murahan".

Artikel ini akan diperbarui secara berkala.