NADIKABAR.COM — Tim SimOne, dalam acara Simbang Kulon Night Carnaval (SKNC) 2026, pada Kamis malam (10/09), menuai sorotan usai aksi menyerupai ritual satanik. Namun, di balik itu, SimOne juga berduka karena salah satu anggotanya meninggal setelah karnaval.
"(Peserta meninggal) Itu emang iya, iya, karena kelelahan," kata M Akhid, perwakilan dari Tim SimOne, saat ditemui di Pemkab Pekalongan, usai menemui Sekda Kabupaten Pekalongan, Senin Siang (14/9/2026).
Peserta yang meninggal bernama Ahmad Faiz (40), warga Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Aksi Faiz yang masih mengenakan kostum beredar di media sosial.
Salah satu yang mengunggah momen tersebut adalah akun Instagram @batanghelp. Terlihat kostum yang dikenakan Faiz berwarna hitam dan cukup detail lengkap dengan tanduk dan ekor. Dia berjalan bersama rombongannya termasuk yang melakukan teatrikal yang kemudian disebut melakukan ritual satanik.
M Akhid membenarkan Faiz menggunakan kostum maskot di depan rombongan. "Dia menggunakan kostum... berarti maskot yang ada di depan. Bisa dilihat di video-video itu sudah beredar di mana-mana," jelasnya.
Ia menjelaskan, temanya meninggal akibat kelelahan, karena selama sepekan mempersiapkan pertunjukan.
"Persiapannya itu kurang lebih satu minggu," katanya.
"Nah, kita akan mengevaluasi lebih lanjut agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Dan sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang telah kami lakukan hingga membuat keresahan di kalangan masyarakat," tambahnya.
Sebelumnya, diberitakan, Faiz meninggal usai mengikuti karnaval, pada Jumat (11/09) sekitar pukul 04.00 WIB.
Sejumlah informasi yang beredar menyebut pria tersebut meninggal karena mengikuti karnaval. Namun, pihak keluarga meluruskan kabar tersebut.
Muslih (53), kerabat Ahmad Faiz, saat ditemui di lokasi pemakaman Banyurip Ageng, Jumat (11/9), mengatakan almarhum meninggal pada Jumat pagi (11/9). Kondisi Ahmad Faiz sebelum mengikuti karnaval sebenarnya dalam keadaan sehat. Namun, dalam dua hari sebelum kegiatan, almarhum hampir tidak memiliki waktu istirahat karena mempersiapkan kegiatan karnaval sekaligus tetap bekerja.
"Sebetulnya kecapekan. Sudah dua hari tidak tidur. Kadang tidur Cuma satu atau dua jam," kata Muslih.
Kondisi tersebut berlanjut hingga hari pelaksanaan karnaval. Pada Kamis malam (10/09), Ahmad Faiz mengikuti karnaval mulai sekitar pukul 20.00 WIB hingga tengah malam.
Muslih yang berada di samping almarhum saat kegiatan mengaku sudah melihat kondisi Ahmad Faiz mulai kelelahan. Bahkan, langkahnya sempat terlihat tidak stabil.
Usai karnaval sekitar pukul 00.00 WIB, Ahmad Faiz masih bersama rombongan, saat itu, ia sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya, terutama kaki yang terasa pegal. Almarhum juga sempat membeli minuman dan hanya makan sedikit. Setelah itu, Ahmad Faiz beristirahat di teras pos warga hingga sekitar pukul 02.30-03.00 WIB.
Ia sempat dibangunkan dan kemudian berpindah untuk tidur di rumah.
"Kalau ada yang bicara tidak pas, itu sudah tidak pas. Memang kecapekan. Bayangkan dua hari tidur paling satu atau dua jam untuk menyiapkan (karnaval)," ujarnya.
Selain kurang tidur, pola makan Ahmad Faiz juga disebut tidak maksimal. Pada Kamis siang sebelum karnaval, almarhum hanya makan sedikit.
"Dari siang itu makan Cuma sedikit. Memang dipaksa sendiri karena semangat," kata Muslih.
Ahmad Faiz diketahui sehari-hari bekerja di bidang konveksi. Ia juga dikenal aktif dalam kegiatan di musala. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih kecil.
Lihat Video 'Viral Karnaval di Pekalongan Berbau Ritual Kontroversi':