NADIKABAR.COM — Kawasan wisata Wuzhen Scenic Area memikat banyak wisatawan asing yang berkunjung ke China. Bangunan bersejarah di kawasan ini dikelilingi oleh sungai-sungai kecil.

NadiKabar berkesempatan mengunjungi tempat bersejarah di China ini, Sabtu (17/10/2026). Wuzhen terletak di ujung utara Kota Tongxiang, Provinsi Zhejiang, China. Kota air kuno ini berada di tepi bagian barat Grand Canal atau Kanal Besar China.

Dilansir dari situs pemerintah Zhejiang, Wuzhen berusia 1.300 tahun dan telah ditetapkan sebagai objek wisata nasional tingkat 5A atau kategori tertinggi. Wuzhen termasuk dalam daftar 10 kota paling terkenal di China.

Wuzhen dikenal sebagai salah satu dari enam kota kuno di selatan Sungai Yangtze. Sebagian besar penduduk lokal tinggal di tepi perairan.

Ada banyak situs bersejarah di lokasi ini, di antaranya Gerbang Peringatan Batu dari era Enam Dinasti, panggung di Kuil Tao Xiuzhen, serta bekas kediaman Mao Dun, penulis terkenal China abad ke-20. Bekas kediaman Mao Dun menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Saat memasuki kawasan Wuzhen, wisatawan akan disuguhkan barisan bangunan kuno khas China. Bangunan-bangunan ini ada yang dihuni warga lokal maupun difungsikan sebagai toko makanan dan oleh-oleh.

Rumah-rumah di kawasan ini masih dihuni oleh penduduk setempat. Jemuran pakaian warga tampak tergantung di dekat jendela.

Kota kuno ini dipenuhi gang-gang sempit dan kanal-kanal kecil. Jembatan yang membentang di antara kanal menjadi daya tarik tersendiri bagi pemandangan kota air ini.

Banyak wisatawan berfoto di atas jembatan, sementara yang lainnya sekadar menikmati pemandangan. Para wisatawan juga dapat menyusuri kota air ini menggunakan sampan.

Selain itu, terdapat bangunan tempat pembuatan kain tradisional calico biru. Berdasarkan situs resmi Kawasan Wisata Wuzhen, kain calico biru merupakan kerajinan tradisional China yang berasal dari zaman Dinasti Han dan Jin. Hingga kini, kain calico biru masih diproduksi di Wuzhen, Tongxiang, serta Nantong, Provinsi Jiangsu.

Kain ini dibuat dari bahan katun dengan menggunakan pewarna alami dari tanaman nila. Dahulu, kain calico biru banyak digunakan masyarakat untuk membuat tirai, selendang, tas, dan taplak meja. Saat ini, kerajinan tersebut telah dikembangkan menjadi berbagai produk modern seperti pakaian, topi, dan sandal.

Kain yang telah diwarnai biru tersebut tampak digantung di halaman rumah produksi. Banyak pengunjung yang memanfaatkan tempat ini sebagai latar berfoto.

Kota air kuno Wuzhen ramai dikunjungi wisatawan hari ini. Selain wisatawan mancanegara, warga lokal China juga padat berkunjung. Salah satunya adalah Liu Xin yang berasal dari Kota Qingdao, Provinsi Shandong.

"Nama saya Liu Xin, itu nama China saya, sedangkan nama Inggris saya adalah Eva. Usia saya 32 tahun, dan ini suami saya. Ini adalah kali pertama kami datang ke Wuzhen," kata Liu Xin.

Liu Xin dan suaminya tiba di Wuzhen sejak tiga hari lalu. Hari ini merupakan hari terakhir kunjungan mereka di Wuzhen.

"Karena di sini sedang ada festival teater, kami sangat antusias untuk menikmatinya. Kami datang ke sini dan kami berdua bertekad untuk kembali lagi setiap tahunnya demi festival ini," ujar Liu.

Bagi Liu, Wuzhen adalah kota air kuno yang sangat istimewa. Ia juga mengaku penasaran karena tempat ini populer di media sosial.

"Suasana di sini sangat istimewa. Meskipun kami sendiri warga China, pengelolaan acaranya sangat rapi dan teratur. Kami merasa sangat terkesan. Kami bisa menyaksikan opera, drama, serta parade di jalanan," tuturnya.