Persoalan semakin berat ketika memasuki periode panen Desember hingga Januari. Curah hujan yang tinggi membuat kualitas buah lebih cepat menurun sehingga semakin sulit diserap pasar.
Karena itu, pelatihan pascapanen menjadi salah satu solusi yang ditawarkan Undiksha. Buah anggur yang sebelumnya berisiko terbuang kini diarahkan untuk diolah menjadi sari buah anggur, dodol, hingga berbagai penganan lokal.
Budiasa berharap pendampingan tersebut tidak berhenti pada pelatihan. Dengan pengolahan dan pemasaran yang lebih baik, petani diharapkan memiliki alternatif sumber pendapatan ketika harga buah segar jatuh.
"Melalui program pendampingan yang berkesinambungan ini, kami tentu optimistis dapat meningkatkan nilai jual hasil panen, menjaga stabilitas pendapatan, dan mendorong kemajuan sektor pertanian di sini," harapnya.