Ia mencontohkan ketika perusahaan meminta AI membuat rencana berdasarkan data selama setahun terakhir. AI memang dapat mengakses data tersebut, tetapi tanpa memahami meeting terbaru, AI bisa kehilangan konteks mengenai keputusan atau pembahasan yang baru saja terjadi.
"Dengan memahami apa yang sedang mereka bicarakan, saya sekarang bisa mengambil data yang relevan dengan percakapan tersebut. Itulah yang kami maksud dengan kesadaran kontekstual," jelasnya.
Perubahan berikutnya adalah pergeseran dari output menuju outcome. AI tidak hanya membuat dokumen, rangkuman atau materi presentasi, tetapi diharapkan dapat membantu menyelesaikan pekerjaan yang muncul dari percakapan.
"Di masa depan, ini bukan lagi tentang output. Ini akan menjadi tentang outcome," ujar Carlos.
Untuk mewujudkan hal tersebut, AI perlu terhubung dengan berbagai sistem yang sudah digunakan perusahaan. Carlos mengatakan Zoom mengembangkan pendekatan open ecosystem sehingga AI dapat bekerja dengan berbagai aplikasi seperti Salesforce, Microsoft, Google, ServiceNow dan Workday.