"Kami tidak mengatakan, 'Pilih dan gunakan teknologi kami'. Alih-alih, kami mengatakan AI kami dapat terintegrasi dengan semua itu," katanya.
Menurut Carlos, pendekatan tersebut juga ditujukan untuk mengatasi masalah yang muncul setelah bertahun-tahun perusahaan melakukan transformasi digital. Banyaknya aplikasi dan tools justru membuat pekerjaan semakin kompleks karena karyawan harus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain.
"Kami ingin menyederhanakan lingkungan, menyederhanakan pengalaman, dan membuat pengalaman pengguna menjadi lebih baik," ujarnya.
Meski AI semakin mampu mengerjakan berbagai tugas, Carlos menilai manusia tidak akan kehilangan perannya. Kemampuan manusia seperti empati, interaksi, pengalaman, dan penilaian tetap dibutuhkan.
"AI bisa meniru tugas, tetapi AI tidak memiliki kesadaran," tegasnya.