"Saya percaya sebuah karakter memilih aktornya. Saat itu juga saya tahu, peran Tania ini meant to be untuk saya. Mau bagaimana pun situasinya, saya harus ada di proyek ini. Makanya tanpa pikir panjang, saya langsung setuju bergabung," ungkapnya.

Sementara itu, Vino G Bastian mengaku tertantang memerankan karakter Jiwa dalam Gasigogi. Menurutnya, film ini tidak hanya berbicara tentang sosok ayah, tetapi juga menyentuh hubungan dengan ibu, persahabatan, dan orang-orang terkasih.

"Jujur sulit menjelaskannya sekarang karena belum boleh dibocorkan terlalu banyak. Tapi yang jelas, ini bukan cuma cerita tentang ayah, ada cerita tentang ibu, persahabatan, dan orang-orang terkasih," ujar Vino.

Ia menilai sosok ayah yang ditampilkan dalam film tersebut memiliki cerita berbeda dari karakter-karakter yang pernah dimainkannya sebelumnya.

"Namun secara khusus, plot tentang sosok ayah di sini belum pernah saya temukan di film mana pun. Segila itu Mr. Lee menulis ceritanya. Karena plotnya yang luar biasa baru dan belum pernah saya mainkan sebelumnya, itu yang bikin saya tertantang sekaligus agak panik memerankannya," lanjutnya.

Vino juga menjelaskan bahwa proses penggarapan film ini melibatkan diskusi mendalam antara sutradara Lee Hwan-kyung dan para pemain. Proses reading bahkan bisa berlangsung cukup lama karena setiap adegan dibahas secara terperinci untuk memastikan emosi dan karakter tersampaikan dengan tepat.

"Fokus utama kami lebih kepada bagaimana menerjemahkan keinginan Mr. Lee ke masing-masing karakter secara tepat, baik dari segi kultur maupun emosinya," jelas Vino.