NADIKABAR.COM β PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) membidik proyek biometana yang dikembangkan di Sumatera Selatan (Sumsel) dapat menyalurkan biometana mulai 2027.
βProyeknya PGN untuk Sumatera Selatan di biometana itu targetnya on streamnya di 2027. Ini segera. (Bakal disalurkan) 2027,β ujar Grup Head Gas Supply dan LNG Trading PGN Muhammad Anas Pradipta ketika dijumpai di Jakarta, Rabu.
Anas menyampaikan gas tersebut akan disalurkan kepada pembeli-pembelinya yang berlokasi di Jawa Barat. Adapun calon pembeli gas biometana tersebut melibatkan perusahaan Jepang.
βIni kerja sama yang bagus antara PGN dengan grup Jepang. Sumbernya pun ada keterlibatan pihak Jepang, nanti pembelinya pun ada keterlibatan pembeli Jepang,β ujar Anas.
Anas menjelaskan bahwa volume biometana yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit tersebut dipengaruhi oleh musim panen bahan baku, sehingga pasokannya mengalami fluktuasi.
Misalkan, tutur Anas, apabila produksi rata-rata berada di kisaran 1 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD), volume produksi pada periode tertentu dapat mencapai 2 MMSCFD.
βTapi di titik-titik lain cuman 0,5 MMSCFD. Yang ini yang kami jaga, jadi ada foundation buyernya, sama ada yang nanti untuk opsi-opsi tambahannya,β ucap Anas.
PGN berkolaborasi dengan PT Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biometana dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa depan.
PGN hadir dalam groundbreaking biomethane plant yang dikembangkan oleh TTI dan KIS pada Senin (5/10/2026).
Fasilitas ini memanfaatkan limbah organik kelapa sawit, yang ditargetkan memproduksi biometana sekitar 150.000 MMBTU per tahun.
Proyek ini juga merupakan bentuk konkret dari memorandum of understanding (MoU) terkait pengembangan biometana di Indonesia antara PGN dan TTI pada 2022.
Dalam kerja sama ini, PGN berperan sebagai offtaker atau pembeli utama biometana tersebut.
Selain itu, PGN juga berperan sebagai transporter yakni biometana yang diproduksi PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI), perusahaan patungan antara KIS dan TTI, akan disalurkan ke Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan industri lainnya melalui jaringan pipa yang dimiliki PGN.