NADIKABAR.COM — Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pidato dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10).

Dalam taklimatnya, Prabowo menyinggung banyak hal, mulai dari aspek politik hingga ekonomi terkait Indonesia.

Prabowo pun menyanjung kinerja jajarannya yang disebut cukup memuaskan dalam dua tahun pertama kepemimpinannya ini.

Ia mengatakan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinannya telah bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi rakyat Indonesia.

Prabowo menyebut selama dua tahun pemerintahannya diterpa tantangan yang cukup berat. Beberapa tantangan itu, kata Prabowo, di antaranya dinamika global--konflik perang terbuka hingga perang dagang.

"Saya sebagai pemimpin saudara-saudara, saya sebagai yang diberi mandat oleh rakyat, saya merasa bahwa saudara-saudara sebagai pembantu-pembantu inti saya jalankan tugas untuk bangsa dan rakyat. Saya merasa bahwa saudara-saudara telah bekerja dengan sangat keras," kata Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo mengakui bahwa koalisi politiknya sangat gemuk.

Ia beralasan hal itu karena jalan politiknya yang hendak merangkul seluruh kekuatan untuk bersatu demi kepentingan bangsa.

"Koalisi kita besar, benar, karena saya ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk jalankan perbaikan kehidupan rakyat kita," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan salah satu kelemahan bangsa Indonesia adalah elitenya yang masih terkotak-kotak, dan mengedepankan ego sektoral.

Ia juga mengakui bahwa dinamika politik di negara sebesar Indonesia pasti sangatlah keras, di mana kursi kepemimpinan juga terbatas.

"Dituduh kabinet gemuk ya kan, tidak efisien, tapi saudara-saudara saya ingatkan negara kita hampir 300 juta, negara kita fisiknya sebesar Eropa," ucap dia.

Prabowo menyebut bahwa perbedaan dan kompetisi dalam demokrasi memang dibutuhkan, namun ia menyebut bahwa persatuan nasional tetap dibutuhkan.