Ia meminta aparat kepolisian hingga intelijen untuk menyelidiki korporasi-korporasi maupun pihak yang dinilai bertanggung jawab.
"Kita anggap ini terorisme lingkungan, kejahatan terhadap kemanusiaan. Karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita," ucap dia.
Prabowo pun memerintahkan jajarannya untuk mencabut semua izin perusahaan yang terbukti melanggar dan ikut terlibat.
"Kita tidak boleh menganggap ini remeh, kita akan sekarang masif menangani itu, tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas dan kali ini maaf kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja, kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan melanggar," ucap Prabowo.
Dalam aspek ekonomi, Prabowo mengirim pesan terbuka kepada penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) di tengah ancaman penurunan status pasar modal Indonesia.
Prabowo menegaskan Indonesia tak gentar menghadapi tekanan, meski mengakui tantangan dan gangguan yang dihadapi masih besar.
"MSCI, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan pemerintah menyadari masih banyak tantangan yang harus dihadapi, sementara masyarakat mengharapkan hasil yang lebih besar.
Ia menilai berbagai gangguan akan terus muncul, tetapi Indonesia harus tetap berani menghadapinya.
Prabowo menyampaikan ini di tengah pengumuman MSCI pada 16 Oktober 2026 lalu terkait usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.
MSCI menyebut usulan tersebut didasari kekhawatiran pelaku pasar mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.
Kemudian, MSCI menilai reformasi yang diumumkan otoritas Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang konsisten dan berdampak signifikan.