Namun, contoh dan angka yang disampaikan Pigai dalam forum tersebut tidak disertai rincian sumber dalam pernyataan yang disampaikan.
Menurut Pigai, kritik terhadap fenomena tersebut tidak seharusnya dimaknai sebagai penolakan terhadap ilmu pengetahuan atau kepakaran. Pemerintah, kata dia, tetap membutuhkan masukan dari ilmuwan dan ahli dalam penyusunan kebijakan.
"Beda dengan ilmuwan, dengan pakar ya. Ilmuwan itu beda, Bapak Presiden memuji, menghormati ilmuwan. Yang menasihati Presiden itu adalah ilmuwan semua," ujar Pigai.
Ia menambahkan masyarakat perlu membedakan pandangan berbasis keahlian dengan pendapat yang dipengaruhi kepentingan tertentu agar diskursus publik tetap bertumpu pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.