Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad Sigit S. Santosa mengatakan kunjungan delegasi insinyur ASEAN menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perkembangan teknologi pertahanan yang dikembangkan perusahaan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Pindad memaparkan pengembangan teknologi persenjataan, termasuk seperti alat berat, kendaraan berlapis baja, dan perangkat pengganggu sinyal atau jammer untuk menghadapi ancaman pesawat nirawak (drone).

Ia juga menyatakan kesiapan Pindad bekerja sama dengan PII dalam pengembangan produk melalui dukungan insinyur profesional agar produk yang dirancang dan diproduksi memenuhi spesifikasi serta standar yang ditetapkan.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus didorong, termasuk dalam proses perancangan produk oleh para insinyur profesional,” kata dia.