NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mendorong percepatan penyelesaian persoalan sampah di Bekasi secara terpadu dari hulu hingga hilir, mulai dari gerakan memilah sampah dari rumah, pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), hingga teknologi pirolisis untuk menangani timbunan sampah lama.

Beberapa waktu lalu, Bekasi menjadi sorotan akibat persoalan polusi dan timbunan sampah di kawasan Bantargebang. Terlebih, timbulan sampah Kota Bekasi mencapai sekitar 1.800 ton per hari dan telah masuk kategori darurat sampah.

"Kita harus segera menyelesaikan persoalan ini. Kita koordinasikan agar semua bergerak cepat, tidak boleh lagi masyarakat hidup dalam lingkungan yang tercemar udara, tanah, dan air akibat sampah yang tidak terkelola," ujar Zulhas di Kota Bekasi, baru-baru ini.

Di sisi hilir, pembangunan PSEL Kota Bekasi menjadi langkah konkret untuk mempercepat penanganan kedaruratan sampah perkotaan melalui teknologi Waste to Energy.

PSEL Kota Bekasi ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah per hari, atau sekitar 70% sampah kota Bekasi yang juga berdampak pada penurunan emisi.