Dokter dari Departemen Kedokteran Umum Zhejiang Hospital, Chai Qichen, menjelaskan makan dalam jumlah banyak sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan kadar kalium darah turun hingga sangat rendah. Menurutnya, masalah dapat terjadi ketika seseorang melakukan muntah paksa atau menggunakan obat pencahar untuk mengeluarkan makanan yang telah dikonsumsi.
"Untuk mempertahankan bentuk tubuh sambil tetap makan dalam jumlah besar, sebagian mukbanger makan di depan kamera kemudian memaksakan diri muntah setelah siaran," ungkap Chai.
Cairan lambung dan usus mengandung kalium dalam konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan darah. Karena itu, muntah atau diare yang terjadi berulang kali dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak kalium.
Jika berlangsung terus-menerus, kadar kalium dalam darah dapat semakin rendah. Kondisi yang disebut hipokalemia ini dapat mengganggu fungsi otot dan jantung. Pada kondisi berat, gangguan kadar kalium dapat memicu gangguan irama jantung yang berbahaya.
Kasus Yingying disebut bukan satu-satunya masalah kesehatan serius yang terjadi di kalangan influencer mukbang. The Paper melaporkan sejumlah mukbanger melakukan pola makan ekstrem demi mempertahankan citra sebagai 'pemakan besar' dan menarik penonton.
Bahkan, ada yang dilaporkan mengonsumsi 20-25 kilogram (kg) makanan hanya dalam waktu dua jam. Jenis makanan yang dikonsumsi juga sangat beragam, mulai dari lobster air tawar hingga salmon.