Ada pula influencer yang dilaporkan menyantap 120 pangsit dan 16 bungkus mi instan dalam satu sesi livestream. Setelahnya, berat badannya disebut mencapai sekitar 190 kg dan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat obesitas.

Besarnya porsi makanan yang disantap berkaitan langsung dengan jumlah penonton. Semakin banyak penonton, semakin besar pula peluang mendapatkan pemasukan dari iklan maupun penjualan melalui livestream.

Kondisi itu membuat sebagian influencer tetap melakukan siaran meski tubuh telah menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan. Padahal, China sebenarnya telah memiliki aturan untuk membatasi konten makan berlebihan di internet.

Aturan perilaku bagi streamer online di negara itu diterbitkan pada 2022. Aturan itu melarang sejumlah praktik, termasuk berpura-pura makan, memuntahkan makanan secara sengaja, serta melakukan makan berlebihan.

Artikel ini telah tayang di NadiKabar. Baca selengkapnya di sini!