Kondisi di lapangan kian memilukan. Sang istri yang juga harus merawat lansia yang kebetulan sedang dirawat di rumah sakit, tak bisa setiap saat menemani suaminya yang terbaring tak berdaya. Dalam dua bulan terakhir, ia baru sempat menjenguk Gopar satu kali saja.
Sementara itu, Yusup yang berupaya mendampingi dari Kota Taif harus terbentur jarak dan benteng regulasi tempatnya bekerja. Jarak Taif ke Riyadh bukanlah jarak yang pendek, butuh perjalanan darat hingga 15 jam atau penerbangan senilai 800 Riyal pulang-pergi.
"tim redaksi Taif dengan Riyadh itu jauh, perjalanan hampir 15 jam. Kalau naik pesawat ongkosnya 400 Riyal, pulang pergi 800. Terbenturnya saya dengan mekanisme pekerjaan di sini, peraturannya ketat. Saya tidak bisa semena-mena untuk meminta izin," kata Yusup menjelaskan kesulitannya untuk terus mendampingi langsung di Riyadh.
Kini, harapan satu-satunya tertuju pada uluran tangan pemerintah Indonesia. Di tengah keterbatasan dan jarak ribuan kilometer dari Tanah Air, doa dan rintihan memohon pertolongan terus dipanjatkan agar Gopar bisa segera dipulangkan dan berkumpul kembali bersama keluarga.
"Keinginan dari keluarga untuk dipulangkan. Mohon untuk bisa memfasilitasi dari Indonesia untuk bisa membantu," pungkasnya.