NADIKABAR.COM — PT Pindad (Persero) meningkatkan kapasitas produksi senjata dan amunisi untuk mendukung kebutuhan batalyon baru yang dibangun pemerintah, sekaligus menyediakan kendaraan untuk menunjang mobilitas personel.

Wakil Direktur Utama PT Pindad Heru Puryanto mengatakan perusahaan tengah mengembangkan fasilitas produksi amunisi beserta bahan bakunya guna meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi kebutuhan pertahanan.

"Kami sedang mengembangkan pabrik amunisi serta pabrik propelan dan brass cup yang merupakan bahan baku dari amunisi. Ini salah satunya untuk menanggapi tantangan kebutuhan yon-yon (batalyon) baru," kata dia di Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Selain amunisi, Pindad juga meningkatkan kapasitas produksi senjata. Khusus senapan jenis SS3, Heru menyebut kapasitas produksinya telah ditingkatkan menjadi lebih dari 70 ribu pucuk per tahun.

"Senjata ini yang diperlukan oleh batalyon baru. Kalau sebelumnya mungkin kisarannya di bawah itu, kami sekarang sudah hampir tiga kali lipat dari kapasitas yang sebelumnya," ucap dia.

Di sisi lain, Pindad juga memasok kendaraan Maung untuk mendukung mobilitas batalyon. Heru menyebut perusahaan telah mengirimkan lebih dari 2.500 unit kendaraan tersebut kepada Kementerian Pertahanan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin (5/10).

Satuan baru yang diresmikan Kepala Negara termasuk 150 batalyon infanteri teritorial pembangunan, tiga batalyon bantuan tempur TNI Angkatan Darat, empat batalyon infanteri marinir, dan tiga batalyon para komando pasukan gerak cepat (parako pasgat).