NADIKABAR.COM — Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar. Persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana memastikan kecerdasan itu digunakan untuk kepentingan publik, bukan untuk memperkaya diri sendiri atau menyalahgunakan kekuasaan.
Pendidikan sebenarnya memiliki tugas yang lebih besar: membentuk manusia yang mampu memegang tanggung jawab dalam cakupan pengetahuannya.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pokok pemikiran Presiden Prabowo Subianto ketika meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10). Dalam kesempatan itu, ia menghubungkan mutu pendidikan dengan pemberantasan korupsi. Keduanya mungkin terlihat sebagai persoalan berbeda, tetapi sesungguhnya bertemu pada satu pertanyaan: seperti apa manusia yang hendak dibentuk dan diberi kepercayaan untuk mengelola negara?