SMA Taruna Nusantara menjadi salah satu ruang untuk menguji gagasan tersebut. Sekolah yang mulai beroperasi di Magelang pada 1990 itu dibangun sebagai lembaga kaderisasi calon pemimpin. Kini, jaringan sekolah tersebut berkembang ke Malang, Cimahi, Pagar Alam, Ibu Kota Nusantara, dan Langowan, Sulawesi Utara. Pemerintah juga menggratiskan pendidikan bagi seluruh siswa, sehingga kesempatan masuk tidak lagi dibatasi oleh kemampuan membayar biaya operasional.
Perubahan ini memiliki arti lebih luas daripada sekadar pembebasan biaya sekolah. Sebelumnya, siswa jalur reguler dikenai biaya operasional pendidikan, sedangkan beasiswa penuh hanya tersedia bagi siswa terpilih. Skema gratis mengembalikan sekolah kepada rancangan awalnya, ketika pembiayaan siswa ditanggung penuh dengan dukungan dana TNI, sebelum krisis ekonomi 1997 memaksa kebijakan tersebut dihentikan.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, kuota pendaftaran ditetapkan hingga 10.000 calon siswa. Setiap siswa yang lolos seleksi akan memperoleh beasiswa penuh. Dengan demikian, kemampuan ekonomi keluarga semestinya tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak berpotensi untuk mendapatkan pendidikan di sekolah tersebut.