Program tersebut didukung tambahan alokasi anggaran sekitar Rp2,2 triliun.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah telah mengidentifikasi 54 lokasi dengan luas total 198,2 hektare dan daya tampung 7.973 unit. Lokasi itu terdiri atas 45 titik di Aceh, empat di Sumatera Utara, serta lima di Sumatera Barat.
Pada 4 September 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming juga memastikan pembangunan huntap bagi warga terdampak yang masih menunggu akan dimulai pada September.
Saat meninjau hunian sementara di Tapanuli Selatan, Wapres meminta proses pembangunan dikawal agar warga segera memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman.
Kementerian PKP sebelumnya menyebut pembangunan huntap komunal di Aceh dan Sumatera Utara akan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), sedangkan pembangunan di Sumatera Barat menggunakan bata interlock presisi untuk mendukung percepatan konstruksi dengan tetap menjaga mutu bangunan.