Maruarar menjelaskan genteng produksi UMKM Majalengka tersebut akan dikirim ke berbagai daerah di Jawa Barat. Pengiriman juga direncanakan melalui titik distribusi di Kebumen, Jawa Tengah, dan Trenggalek, Jawa Timur.
Ia mengatakan di Jawa Barat terdapat sekitar 49.000 rumah yang direnovasi melalui program bedah rumah pada 2026.
Kebutuhan material untuk renovasi rumah menjadi salah satu konteks distribusi genteng produksi UMKM tersebut.
Industri genteng Majalengka telah berkembang sejak 1905 dan selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan masyarakat, terutama di kawasan Jatiwangi sehingga dikenal sebagai Genteng Jatiwangi.