NADIKABAR.COM β€” Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam penanganan hak anak-anak, Plan Indonesia telah menjangkau 12.239 warga dalam upaya pemulihan dua bulan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur.

β€œAda tiga aspek utama yang ditangani Plan, antara lain berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan pendidikan, serta perlindungan anak dan dukungan psikososial,” kata Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti di Nagakeo, Selasa.

Upaya ini dilaksanakan di tengah kebutuhan untuk memastikan keluarga terdampak, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, tetap mendapatkan akses terhadap layanan esensial selama masa pemulihan.

β€œKetika bencana terjadi, kebutuhan anak tidak berhenti pada makanan dan tempat berlindung,” kata Dini. Selain itu, anak-anak juga membutuhkan kesempatan untuk kembali belajar, mendapatkan dukungan ketika mengalami ketakutan atau kehilangan, serta tumbuh dalam lingkungan yang aman.

Oleh karena itu, respons kemanusiaan harus melihat kebutuhan anak secara menyeluruh, dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga keberlanjutan pendidikan dan perlindungan para anak penyintas gempa.

Ketersediaan air bersih, sanitasi, dan perlengkapan kebersihan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat selama masa pengungsian.