Menurut Dini, keterbatasan akses terhadap fasilitas tersebut dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, perempuan, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
βDalam sektor air bersih, sanitasi, dan kesehatan, Plan Indonesia telah mendistribusikan 951.450 liter air bersih, 32 tandon air, 39 toilet portable, 278 paket hunian, 177 terpal, 1.553 paket kebersihan, serta 1.598 paket kebersihan menstruasi,β katanya.
Di tengah ketidakpastian pascabencana, anak-anak juga dapat mengalami ketakutan, kecemasan akibat gempa susulan, kehilangan, maupun kekhawatiran mengenai masa depan mereka.
βUntuk mendukung kebutuhan tersebut, Plan Indonesia telah menyediakan delapan tenda sebagai ruang aman bagi anak-anak dan perempuan serta menyelenggarakan 73 sesi dukungan psikososial,β kata Dini.
Selain itu, lanjutnya, Plan Indonesia juga telah melaksanakan dua pelatihan perlindungan dalam situasi darurat dan Pos SAPA di Manggarai dan Nagekeo, serta mengembangkan alur dan mekanisme pelaporan di kedua kabupaten tersebut.
βDalam situasi darurat, keselamatan dan martabat anak harus tetap menjadi prioritas,β kata Dini.