“Jadi saat petugas PLN Batam tiba di lokasi jam 7 pagi, setelah kejadian percikan api di Gardu Induk Sei Harapan, tidak ditemukan hewan liar disana. Namun, hewan liar tersebut baru terlihat sekitar pukul 10.30 WIB. Tim PLN melihat seekor hewan liar di bawah trafo dalam kondisi terduduk, mengalami luka bakar, dan terlihat lemah,” katanya.

Kwin juga menjelaskan bahwa area gardu induk dilengkapi pagar dengan pipa-pipa putih yang dipasangi kawat beraliran listrik untuk mencegah masuknya hewan liar.

“Biasanya pagar tersebut dalam keadaan dialiri listrik, namun pada saat percikan terjadi, kawat tersebut mati,” katanya.

Selain itu, PLN Batam menemukan perubahan posisi kamera CCTV yang semestinya mengarah ke trafo yang mengalami gangguan.

“Berdasarkan rekaman, kamera tersebut telah bergeser pada Minggu (11/10), sekitar pukul 18.43 WIB, sehari sebelum gangguan terjadi. Sehingga trafo yang mengalami percikan tidak lagi terlihat jelas dalam rekaman CCTV,” kata dia.