Kwin mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan alasan perubahan posisi kamera tersebut.
Ia menyebut pergeseran itu diduga dilakukan oleh seseorang yang memiliki akses atau berkaitan dengan pengoperasian peralatan, tetapi penyebab dan pihak yang bertanggung jawab masih perlu didalami.
“Kami dari PLN Batam tidak berani berspekulasi bahwa hewan liar yang menyebabkan percikan api itu. Benar atau tidaknya masih harus dibuktikan. Itu merupakan dugaan awal dari pihak PLN Batam,” katanya.
PLN Batam akan mengikuti proses penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan kepolisian untuk memastikan penyebab gangguan kelistrikan.
“Kami mohon agar masyarakat dapat bersabar untuk mendengar temuan dari Tim Bareskrim Polri dan Polda Kepri. Karena pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah temuan, termasuk rekaman CCTV dan kondisi peralatan di lokasi,” katanya.