NADIKABAR.COM — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan FLEXIH Inc menandatangani perjanjian non-disclosure agreement (NDA) dalam rangka menjajaki kerja sama pengembangan hidrogen rendah karbon berbasis biomassa.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan melalui kesepakatan pengembangan fasilitas produksi hidrogen rendah karbon berbasis teknologi gasifikasi plasma di Indonesia ini, kedua perusahaan akan bertukar informasi dan mengevaluasi potensi biomassa sebagai bahan baku, peluang penyerapan hidrogen (offtake), serta opsi partisipasi investasi dengan tetap menjaga kerahasiaan informasi selama proses evaluasi.

FLEXIH merupakan perusahaan teknologi energi bersih berbasis di Amerika Serikat, yang mengembangkan teknologi modular E-Refinery untuk menghasilkan hidrogen, amonia, serta bahan bakar dan bahan kimia rendah karbon.

Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah gasifikasi plasma yang berpotensi mengolah berbagai jenis bahan baku, termasuk biomassa, menjadi produk energi bernilai tambah.

Hokkop mengatakan NDA menjadi langkah strategis untuk membangun kepercayaan sekaligus membuka ruang pertukaran informasi dalam mendalami potensi kerja sama.