"Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat bersama-sama mengkaji bagaimana teknologi dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik biomassa yang tersedia, serta aspek keekonomian proyek. Pendekatan tersebut penting agar pengembangan teknologi tidak berhenti pada konsep, tetapi memiliki landasan yang kuat untuk dievaluasi lebih lanjut," tambah Natarianto.

Hokkop menambahkan PLN EPI terus mengembangkan pemanfaatan biomassa dan mengeksplorasi peluang bioenergi sebagai bagian dari diversifikasi energi.

Penjajakan teknologi ini juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik sekaligus mendukung transisi energi nasional.

Melalui penjajakan ini, PLN EPI mendorong biomassa tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk energi bernilai tambah seperti hidrogen rendah karbon.

"Kolaborasi teknologi dan pemanfaatan sumber daya domestik diharapkan membuka peluang baru bagi diversifikasi energi sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi di Indonesia," sebut Hokkop.