Hokkop mengatakan DWM memiliki keterkaitan dengan upaya memperluas pemanfaatan sumber energi berbasis limbah.
PLN EPI selama ini telah mengembangkan rantai pasok biomassa untuk mendukung substitusi sebagian bahan bakar fosil pada pembangkit melalui program cofiring.
"Di PLN EPI, kita melakukan substitusi bahan-bahan fosil menjadi bahan-bahan berbasis hayati untuk kelangsungan energi kita melalui cofiring," kata Hokkop.
Hokkop menyebut PLN telah memanfaatkan sekitar 2,5 juta ton biomassa dalam satu tahun terakhir. Sekitar 99 persen biomassa tersebut berasal dari limbah agro.
Pengembangan ekosistem biomassa tersebut juga melibatkan pelaku usaha di berbagai daerah.
Saat ini, PLN EPI memiliki sekitar 180 kontrak aktif dalam rantai pasok biomassa, dengan sekitar 60 persen di antaranya melibatkan pelaku usaha muda.
Keterlibatan berbagai pelaku tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem energi berbasis sumber daya lokal.