Pada 8 Oktober 2026, PLN EPI memulai pengiriman pertama bio-CNG secara kontraktual untuk digunakan sebagai campuran bahan bakar pembangkit.

Pada tahap awal, bio-CNG dipasok dari fasilitas produksi mitra PLN EPI, PT KIS Biofuels Indonesia, dengan proporsi campuran 2 persen dari total kebutuhan bahan bakar PLTGU Belawan.

Kontribusi awal bio-CNG terhadap pembangkitan diperkirakan di bawah 1-2 megawatt (MW).