Mamit menambahkan melalui Biodes, PLN EPI mengembangkan enam pendekatan utama yakni optimalisasi potensi biomassa desa, penanaman tanaman energi dengan pola tumpang sari, pengembangan rantai pasok berbasis spoke-hub, peningkatan kualitas dan kuantitas biomassa; digitalisasi berbasis marketplace, serta integrasi desa dengan industri.

Pendekatan ini diarahkan untuk membangun rantai pasok yang lebih efisien sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam ekosistem biomassa.

Officer Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Khalda Az Zahra menjelaskan bahwa inovasi tersebut tidak hanya mengandalkan biomassa dari limbah, tetapi juga mendorong pengembangan tanaman energi secara produktif dan terintegrasi dengan komoditas pangan.

"Tidak hanya mengandalkan limbah yang sudah tersedia, Biodes juga mendorong penanaman tanaman energi secara tumpang sari dengan tanaman pangan, sehingga aspek keberlanjutan pasokan biomassa dapat berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa," ujarnya.

Implementasi awal Biodes dikembangkan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sejak 2023 melalui pemanfaatan 106 hektare lahan.

Program dilaksanakan secara bertahap mulai dari survei dan sosialisasi, penerapan sistem pertanian terpadu, panen dan pengumpulan hasil pada subhub, produksi biomassa melalui BUMDes, hingga pengiriman biomassa ke PLTU Adipala, Cilacap.

Ekosistem tersebut selanjutnya diperkuat melalui digitalisasi untuk mengintegrasikan rantai pasok biomassa.